Agar Tak Tersesat Jalan di Arab Saudi
Mekkah (MCH)–Usia yang tidak muda dan baru pertama kali bebergian ke luar negeri menjadi fenomena umum jamaah haji Indonesia. Akibatnya, menjadi hal yang lumrah bila banyak jamaah haji tersesat selama berada di tanah suci.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Arsyad Hidayat, mengatakan yang paling penting bila jamaah tersesat mereka tidak panik dan bertindak berlebihan.
“Kalau tersesat tenang saja dahulu. Istirahat sembari mengingat-ingat kembali jalan pulang ke pemondokan,” kata Arsyad, di Makkah, Senin (3/10).
Arsyad mengatakan, paling tidak ada tiga cara yang harus dilakukan ketika untuk meminimalkan potensi ketersesatan jamaah.
Pertama, setelah tiba di Makkah dan Madinah segera kenali tempat tinggal dan tempat ibadah.
Kedua, kenali sosok petugas penyelenggara haji yang resmi.”Cari tahu apa warna seragamnyan dan apa saja identitas resminya. Sikap teliti ini penting untuk mencegah penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal.”
Ketiga adalah para jamaah ketika hendak pergi dan pulang untuk beribadah di masjid Nabawi dan di Masjidil Haram, mereka harus pergi secara berombongan. Cara ini cukup aman untuk mengatasi ketersesatan jamaah.
Meski begitu, lanjut Arsyad sebenarnya para jamaah juga tidak perlu khawatir bila mereka tersesat. Sebab, para petugas pengamanan haji yang tersebar di berbagai tempat di dua tanah suci itu telah siap untuk memberikan pertolongannya.
“Ada satu hal yang sangat penting ingin saya sampaikan. Kami meminta dengan sangat agar jamaah tidak melepas gelang pengenalnya. Sebab, dengan gelang itu maka sosok mereka akan mudah dikenali dan gampang mencari pertolongan ketika mengalami persoalan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, bila jamaah tersesat gelang juga bisa menjadi alat penunjuk tempat tinggal jamaah. Ini terutama bila harus meminta pertolongan kepada petugas keamanan dari pemerintahan kerajaan Arab Saudi.
“Karena kebanyakan jamaah haji kita tak bisa berbahasa Arab,maka ketika terpaksa harus meminta bantuan kepada petugas haji Arab Saudi cukup memperlihatkan gelangnya. Mereka pasti tahu kemana harus mengantar jamaah yang meminta tolong kepadanya. Sebab, identitas diri jamaah dalam gelang itu sudah sangat lengkap,” tegas Arsyad.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji sebelumnya, lanjut Arsyad fungsi gelang itu terbukti ampuh untuk mengatasi persoalan ketersesatan jamaah.”Pasti ketika ada jamaah yang tersesat dan kemudian minta pertolongan kepada petugas keamanan haji kerajaan Saudi, mereka akan diantarkan ke kantor misi haji Indonesia,” tandas Arsyad. (muhammad subarkah)
Sumber : kemenag