Keutamaan Hari ARAFAH

Kamis, 3 November 2011 Author: editor

Hari Arafah yang akan jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah (Jum`at, 5 Nmber 2011 pada Musim Haji 2011) setiap tahunnya, merupakan salah satu hari yang palaing utama sepanjang tahun. Bahkan dalam Madzhab Syafi`i disebutkan bahwa jika ada orang yang mengatakan:

Istri saya jatuh talak pada hari paling utama, maka talak tersebut jatuh pada hari Arafah” Syarah Shahih Muslim 3/477

Dalil Umum yaitu hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu‘anhu, bahawa Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam  bersabda:

Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah Azza Wa Jalla daripada hari-hari yang sepuluh ini“. Para sahabat bertanya: ”TIdak juga jihad di jalan Allah?”. Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam menjawab: ”Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatupun” HR. Al-Bukhari no.969 & Tirmidzi no.757

Maksudnya adalah sepuluh hari pertama bulan Dzuhijah yang merupakan rangkaian hari paling utama sepanjang tahun. Hadits ini menunjukan disyariatkannya memperbanyak ama saleh di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah, dan hari Arafah termasuk di dalamnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Radhiyallahu`anhu mengatakan:

Siang hari pada sepuluh hari bulan pertama bulan Dzulhijah lebih utama daripada malam sepuluh terakhir bulan ramadhan, dan malam sepuluh hari terakhir bulan ramadhan lebih utama daripada malam sepuluh hari pertama Dzulhijjah” Al-Fatawa al Kubra

Adapun Dalil-dalil khusus yang menunjukan keistimewaan hari ARAFAH di antaranya adalah sebgai berikut:

Di hari ini Allah Azza Wa Jalla paling banyak membebaskan manusi dari neraka. Ibunda kaum Mukmin, Aisyah Radhiyallahu`anha  meriwayatkan, Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam  bersabda:

Tidak ada hari di mana Allah Azza Wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak dari pada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan pintu para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” HR. Muslim no. 1384

Maksudnya, tidak ada yang mendorong mereka untuk meninggalkan negri, keluarga dan kenikmatan mereka (untuk menunaikan ibadah Haji) kecuali ketaatan kepada Allah Azaa Wa Jalla dan pencari ridha-Nya

Doa di hari Arafah adalah doa terbaik. Abdullah bin Amru Radhiyallahu`anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang akau dan para Nabi sebelumku adalah ucapan: ” La Ilaha illallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa `ala kulli syaiin qadir” HR. at-Tirmidzi no.3585, dihukumi shahih oleh al-Abani

Wukuf di Arafah merupakan Rukun Haji yang palaing Pokok. Nabi Muhammad Shallallahu‘alaihi wa sallam ditanya oleh sekelompok orang dari Nejed tentang haji, maka beliu menjawab:

Haji itu adalah Arafah“HR. at-Tirmidzi no. 889

Maksud hadits diatas adalah bahwa wukuf di Arafah merupakan tiang haji dan rukunnya yang terpenting. Barang siapa meninggalkannya, maka hajinya batal, dan barangsiapa melakukannya, maka telah aman hajinya. Tuhfatul Ahwadzi

Puasa di hari Arafah memiliki keutamaan yang bersar. Puasa sehari ini menghapuskan dosa dua tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Qatadah Radhiyallahu`anhu bahwa Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

Puasa hari Arafah aku harapkan dari Allah bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya” HR. Muslim n0.1162

Dalili-dalaih diatas  menunjukan betapa Istimewanya hari ARAFAH. Tidak hanya untuk para jamaah haji yang di hari itu memiliki agenda wukuf di Arafah, kaum muslimin lain juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendulang pahala dan ampunan dari Sang Maha Pengampun. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan karunia-Nya kepada kita

Sumber : As Sunnah

Kirim Komentar.