Kloter Terakhir Pulang ke Indonesia
“BDJ sebanyak 211 orang dan UPG 138 orang. Mereka diterbangkan ke Jakarta, kemudian melanjutkan penerbangan ke Banjarmasin dan Ujungpandang,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Syairozi Dimyati, usai mendampingi Dubes RI untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, melepas penerbangan terakhir, Sabtu (10/11/2011).
Kelompok penerbangan terakhir diterbangkan dari Terminal Timur Bandara King Abdul Azis, Jeddah. Kloter ini adalah gabungan dari jamaah haji Banjarmasin dan Ujung Pandang. Syairozi mengatakan, penerbangan terakhir dari Madinah akan berlangsung nanti malam sekira pukul 20.00 malam waktu setempat. Kloter ini akan dilepas Konjen RI untuk Jeddah, Zakaria Anshar.
“Alhamdulillah, untuk pemulangan dari Jeddah dan Madinah berjalan lancar. Bahkan dibanding tahun lalu, delay Garuda dan Saudia Airlines lebih sedikit tahun ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Garuda dan Saudia Airlines yang telah melayani kedatangan dan pemulangan jamaah haji dengan baik.Selain kloter gabungan tersebut, kloter 46 UPG juga diterbangkan dari Bandara KAA, Jeddah. Kloter ini diterbangkan pada pukul 13.00 WAS.Selepas kepergian kloter gabungan tersebut petugas PPIH yang bertugas di terminal timur bandara langsung merapikan barang-barang tercecer jamaah haji sebanyak dua troli untuk dibawa dan disimpan di gudang Mazro`I.
Gerhana Bulan Temani Pemulangan Kloter Terakhir
Madinah (MCH)-Usai magrib, Sabtu (10/12/2011) ratusan jamaah haji dari kloter 85 JKS (embarkasi Jakarta-Saudia) telah duduk manis di 7 bus PO Abu Sarhad. Posisi mereka tepat di pinggir jalan di depan Hotel Classy Andalus Suites, tempat mereka menginap selama di Madinah. Hotel itu hanya 20 meter dari pelataran terluar Masjid Nabawi. Tepatnya berada di pintu keluar 22, yang ada jam di tengah jalan.
Sementara itu, di langit sebelah timur, bulan tengah menjadi perhatian utama. Bayangan matahari menutupinya sejak senja hari, menampilkan keindahan luar biasa. Gerhana bulan tengah terjadi. Sedangkan di Masjid Nabawi, imam masjid memimpin salat gerhana 2 rakaat dengan empat rukuk. Sungguh pemandangan syahdu bagi kloter 85, pulang ditemani gerhana bulan dan alunan merdu imam masjid. Keistimewaan masih ada lagi. Kepergian mereka dilepas oleh Konjen RI di Jeddah, Zakaria Anshor, bersama pejabat Kementerian Haji Arab Saudi serta pejabat Muassasah Adila, korporasi yang melayani jamaah Indonesia di Madinah.
Kloter ini akan terbang ke Jakarta pada 23.50 WAS atau 03.50 WIB (Minggu 12 Desember WIB) dengan Saudi Arabia Airlines (Saudia) dari Bandara AMAA Madinah dan merupakan jamaah Indonesia kloter terakhir yang meninggalkan Kota Nabi itu. Setelah mereka, tak ada lagi jamaah Indonesia di kota suci kedua umat Islam ini.
“Alhamdulillah, pelaksanaan haji dari awal hingga akhir, jamaah kami semua sehat dan selamat,” kata seorang ketua regu Kloter 85 JKS dari Cimahi, Asep Ridwan.
Asep dkk menikmati pemondokan yang menyenangkan di Misfalah, Makkah, dan di Madinah. Hanya saja katering di Madinah, sayurnya seringkali oseng buncis wortel.
“Sampai ada istilah cis-tol,” katanya sebelum pelepasan.
Untuk ke depan, dia berharap sayuran lebih bervariasi, dengan menambah sayur kangkung dan bayam. “Kalau air, buah dan besar porsi katering, sudah cukup,” katanya.
Asep juga berharap kebijakan air zamzam yang ketat, diperlonggar. Saat ini jamaah dilarang membawa air zamzam dan mendapatkan bagian dari maskapai 5 liter setiba di debarkasi.
“Kalau boleh, zamzam ditambah jadi 10 liter,” harapnya.
Tiga hari ini, kata Asep, dia dkk kepikiran bagaimana bila membawa zamzam. Tapi akhirnya Asep dkk lebih memilih imbauan petugas haji untuk tidak membawa zamzam.
“Kami hanya membawa tas tenteng dan tas paspor,” katanya.
Sementara dalam upacara pelepasan di pedestrian di depan hotel, pejabat Muassasah Adila mengungkapkan kebahagiaan dan kehormatannya melayani tamu Allah dari Indonesia. Dia juga meminta maaf atas salah dan khilaf yang terjadi. Muassasah memberikan hadiah kepada jamaah berupa kurma dan tasbih.
“Mohon diterima dengan ikhlas,” katanya.
Sedangkan Konjen RI di Jeddah, Zakaria Anshor, atas nama bangsa/pemerintah Indonesia mengucapkan terimakasih pada pemerintah Arab Saudi atas fasilitas dan kemudahan yang diberikan kepada jamaah Indonesia. Usai pelepasan, saat ditanya soal aspirasi jamaah untuk dibolehkan membawa air zamzam atau mendapatkan dari maskapai sebanyak 10 liter, Zakaria menjawab bahwa aspirasi itu harus dibicarakan dengan berbagai pihak. Misalnya antara pihak penerbangan dan maktab zamazima yang mengelola sumur zamzam.
Sementara itu, pelepasan kloter terakhir itu menarik perhatian jamaah dari berbagai negara yang baru saja selesai salat isya. Mereka ingin tahu kok ada kerumunan di pedestrian. Begitu mereka melihat ada kamera-kamera televisi, mereka tak lupa melambaikan tangan. Kerumunan ini bahkan membuat sebuah sedan polisi yang berjaga di sekitar Masjid Nabawi mendekat, ingin tahu apa yang sedang terjadi. Setelah mendapat penjelasan dari staf muassasah, polisi maklum lantas meninggalkan lokasi.
Upacara pelepasan diakhiri dengan pembagian kurma dan tasbih di atas bus. Setelah itu bus bergerak satu per satu meninggalkan tanah haram. Lambaian tangan dari dalam dan luar bus bersahutan. Rasa haru meninggalkan kota suci, tempat makam manusia paling mulia Rasulullah SAW, terasa menyentak dada. Dengan kepergian jamaah ini, maka berakhirlah operasi pemulangan jamaah haji Indonesia, kafilah haji terbesar sedunia. Semoga menjadi haji mabrur. Amin.
Di Indonesia Menag Sambut Kloter Terakhir Jemaah Haji
Rombongan kloter terakhir mendarat pukul 13.30 WIB dengan pesawat Saudia Airline nomor penerbangan SV 5606.
“Secara umum pelaksanaan ibadah haji mengalami kemajuan dan sukses, hanya masih ada masalah,” kata Menag dalam penyambutan jemaah kloter 85 / JKS asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Tampak mendampingi menteri dalam penyambutan itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Zubaidi dan Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat Saeroji.
Menag mengakui, masih ada kekurangan dalam pelayanan jemaah haji Indonesia. Namun demikian tidak ada maksud untuk meremehkan pelayanan dan tugas. “Bukan kesengajaan tapi keadaan yang tidak bisa dihindari, ibarat pesta ada saja piring yang pecah,” katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaah, karena jemaah haji Indonesia dikenal sebagai jemaah yang dapat bekerjasama dengan panitia, mudah diatur, dan cepat diberi pengertian.
“Saya juga menyampaikan kekaguman pemerintah Arab Saudi dengan jemaah kita, teratur, santun, sopan,” ucap Menag yang mengenakan seragam batik haji.
Menag mengatakan, pelayanan haji tahun ini dapat dikatakan meningkat, seperti fasilitas pemondokan yang semakin dekat dari Masjidil Haram.
“Namun kita akan menghadapi tantangan pada tahun 2012. Karena saya membaca berita ada 1750 gedung di dekat Masjidil Haram yang akan dibongkar. Berarti makin sulit mendapat gedung dengan radius di bawah 2.500 meter dari Masjidil Haram,” kata menteri.
Meski demikian lanjutnya, pemerintah Indonesia akan berupaya mengatasi masalah ini. Sehingga fasilitas pemondokan haji pada tahun depan tidak mengalami penurunan.
“Kami berupaya mempertahankan, karena itu akan bekerja lebih awal, lebih keras sehingga tahun 2012 lebih baik lagi,” tandas Menag.
Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi mengatakan, jemaah haji yang berangkat tahun ini 221 ribu orang, adapun jemaah haji reguler sebanyak 202.343 orang, selebihnya jemaah haji khusus. Jemaah yang terbang dengan pesawat Garuda Indonesia sebanyak 113.360 orang, dan dengan Saudia Airline sebanyak 88.983 orang.
Sumber : Kemenag