Manasik Haji dan Umrah

Jum'at, 20 Mei 2011 Author: editor

Untuk dapat melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan baik, benar dan sempurna, maka jamaah harus melaksanakan manasik(tata cara/latihan) haji dan umrah yang dilakukan sebelum pelaksanaan ibadah haji atau umrah dengan tujuan agar jamaah  mengerti dan memahami tatacara pelaksanaan, tujuan dan kandungan makna yang terdapat dalam ibadah haji dan umrah. Seperti yang di jelaskan dalam hadits Nabi:

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

Artinya: “Ambilah dariku pelaksanaan manasik hajimu

Mengingat betapa pentingnya Manasih haji dan umrah, Jamaah haji dan umrah harus mengetahui ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji dan umrah , agar ibadahnya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Manasik Haji dimulai dengan niat berihram setelah matahari terbit pada tanggal 8 Dzulhijjah, kemudian berangkat ke Arafah setelah matahari terbit dan Wukuf hingga matahari terbenam pada tangal 9 Dzulhijjah, Setelah matahari terbenam bergerak menuju Muzdalifah, menginap dan singgah hingga matahari menjelang terbit. Pada tanggal 10 Dzulhijjah sebelum matahari terbit, berangkat menuju mina untuk: Melempar Jumrah Aqabah, Menyembelih Hadyi(qurban), Halq(mencukur kepala) atau Taqshiir(menggunting seluruh rambut) dan Thawaf Ifadhah dan Sa`i. Dan pada tanggal 11 sampai 12 atau 13 Dzulhijjah menginap di Mina dan melempar tiga Jumrah di siang hari.

Sedangkan untuk Manasik Umrah lebih ringkas lagi, hanya terdiri atas:

  1. Niat Umrah dan berIhram dari Miqat
  2. Tawaf 7 putaran
  3. Sa`i 7 kali antara Shafa dan Marwah
  4. Halq(mencukur kepala) atau Taqshiir(menggunting seluruh rambut)

Sebelum berangkat menunaikan ibadah haji dan umrah, jamaah haji dan umrah dianjurkan untuk berdiskusi langsung dengan ustadz pembimbing atau orang yang berpengalaman dalam ibadah haji dan umrah, agar ketika menunaikan ibadah haji atau umrah tidak kebingungan dan lebih khusuk menunaikan ibadahnya.

Kirim Komentar.